Home / Penyakit

Penyakit

Penyebab dan Cara Mengatasi Sembelit Secara Alami

Penyebab dan Cara Mengatasi Sembelit Secara Alami

Gangguan pada sistem pencernaan adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dialami manusia. Ada banyak penyakit yang menyerang sistem pencernaan seperti diare, hepatitis, penyakit-penyakit ginjal, usus buntu, magh, gastritis hingga kanker pada organ pencernaan. Semua itu dapat dengan mudah menyerang manusia karena jenis makanan yang dikonsumsi.

Terlebih lagi makanan dan jajan yang saat ini banyak sekali jenisnya membuat orang semakin gemar mengonsumsi makanan yang belum tentu mengandung zat gizi yang baik. Selain itu, kebersihan dari makanan juga harus diperhatikan.

Makanan yang tidak bersih mengandung sumber penyakit yang menyebabkan organ pencernaan bermasalah. Salah satu masalah kesehatan yang menyerang organ pencernaan dalam tubuh adalah sembelit.

Penyebab dan Gejala Sembelit (Konstipasi)

Sembelit atau konstipasi merupakan gangguan pada pergerakan usus yang menurun sehingga menyebabkan orang kesulitan buang air besar dalam waktu lama. Seseorang dikatakan sembelit apabila dalam waktu satu minggu buang air besar kurang dari 3 kali.

Sembelit terjadi biasanya karena gaya hidup yang tidak sehat karena konsumsi makanan yang tidak baik, contohnya terlalu banyak mengonsumsi junkfood dan jarang makan buah dan sayur. Selain itu, kurang minum dan stres juga bisa menyebabkan sembelit.

Tanda dan gejala dari sembelit diantaranya adalah sulit buang air besar, BAB kurang dari 3 kali dalam satu minggu, sakit perut, perut terasa penuh, feses keras dan merasa ada yang tersumbat setelah BAB.

Cara Mengatasi Sembelit secara Alami

Sembelit sebenarnya hal yang umum terjadi pada seseorang dan akan sembuh tanpa diberikan perlakuan apa pun. Namun jika dibiarkan terlalu lama, Anda harus cepat-cepat memeriksakan ke pelayanan kesehatan. Sembelit biasanya menyerang kelompok lansia, orang gemuk, wanita hamil dan orang yang terlalu lama duduk dalam waktu satu hari.

Pengobatan sembelit sebenarnya bisa menggunakan obat pencahar. Namun ternyata ada cara mudah mengatasi sembelit tanpa obat, Anda cukup melakukan hal-hal berikut ini:

1. Perbanyak minum air putih

Penyebab umum dari sembelit adalah karena seseorang sangat kurang minum. Hal ini akan menyebabkan tinja mengeras dan sulit dikeluarkan. Semakin banyak Anda minum air putih, akan semakin mudah Anda mengeluarkan tinja. Untuk laki-laki sebaiknya minum air putih sebanyak 3 liter dalam satu hari. Sedangkan untuk kaum perempuan sebaiknya minum 2,2 liter air putih.

Anda juga harus mengurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein dan alkohol. Kedua minuman ini merupakan zat dieretika yang akan membuat tubuh Anda dehidrasi sehingga cairan akan lebih banyak dikeluarkan. Alhasil, sembelit menjadi lebih parah. Namun Anda masih diperbolehkan untuk mengonsumsi aneka jus buah dan teh herbal.

2. Mengonsumsi makanan kaya akan serat

Fungsi serat dalam tubuh bisa meningkatkan kandungan air dalam tinja serta memadatkannya. Jika Anda mengonsumsi makanan yang banyak serat, tinja akan mudah dikeluarkan. Penelitian membuktikan bahwa paling tidak seseorang harus mengonsumsi 20 sampai 30 gram serat setiap harinya.

Makanan yang mengandung serat tinggi pada buah dan sayur adalah:

  • Jenis buah beri seperti: strawberry, rasberry, anggur. Kandungan serat terdapat pada kulitnya jadi jangan kupas kulit ketika makan buah ini.
  • Sayuran yang berdaun hijau gelap sepeti: bit hijau, selada, swiss chard dan moster.
  • Brokoli, bayam, wortel, kambang kol, kubis dan buncis
  • Serealia, kacang-kacangan dan polong-polongan.

LIHAT JUGA: Mengecilkan Perut Buncit Dengan Minuman Detox Fiforlif

Daftar Buah dan Sayuran Dengan Serat Tinggi

3. Minum yogurt

Yogurt adalah salah satu minuman yang bisa meningkatkan bakteri baik pada usus sehingga membantu proses pencernaan pada tubuh Anda.

Demikian penyebab dan cara mengatasi sembelit secara alami. Semoga artikel ini menambah wawasan Anda agar terhindari dari masalah sembelit.

Read More »

Makanan yang Bagus untuk Menurunkan Hipertensi

Manfaat Vitamin Bagi Tubuh Manusia dan Jenisnya

Salah satu penyakit yang sangat umum ditemui di tengah masyarakat adalah penyakit hipertensi atau darah tinggi. Ya, hipertensi merupakan penyakit yang cukup banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Hipertensi sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh tingginya tekanan darah dalam tubuh.

Gejala Penyakit Hipertensi

Gejala penyakit hipertensi di antaranya adalah terasa nyeri pada bagian dada, penglihatan mengalami gangguan, sakit kepala luar biasa, mudah merasa lelah, dan denyut jantung terjadi secara tidak teratur.

Salah satu cara yang dapat menyembuhkan penyakit hipertensi adalah dengan mengonsumsi makanan-makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Berbagai jenis makanan memang dipercaya memiliki khasiat untuk menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Lalu, apa saja makanan yang baik untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi?

Makanan yang Baik untuk Menurunkan Hipertensi

Ada banyak jenis makanan yang bisa kita konsumsi untuk membantu menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Berikut adalah daftar makanan yang bisa Anda konsumsi untuk menjaga tubuh agar tidak mengalami hipertensi:

  1. Sayuran

sayur-dan-buah-sehat

Sayur memang terbukti memiliki khasiat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Bagi penderita tekanan darah tinggi, sayuran merupakan jenis makanan yang sangat cocok untuk dikonsumsi setiap hari. Hal ini disebabkan karena sayuran banyak mengandung nutrisi penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Beberapa jenis sayuran yang baik untuk dikonsumsi oleh para penderita hipertensi adalah bayam, buncis, seledri, kentang, bawang putih, dan kedelai.

  1. Buah

Berbagai buah kecuali pisang dan tomat ternyata memiliki senyawa dan zat-zat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah atau hipertensi. Nah, beberapa jenis buah yang baik dikonsumsi oleh para penderita hipertensi adalah mengkudu, jeruk, kiwi, melon, blewah.

  1. Yogurt

Yogurt adalah makanan yang diolah dari susu. Makanan ini memiliki kadar lemak yang rendah, namun memiliki kandungan kalium, kalsium, dan magnesium yang cukup tinggi. Oleh karena itu, yogurt juga menjadi pilihan makanan yang tepat untuk menurunkan hipertensi.

  1. Ikan Salmon

Ikan Salmon

Ikan salmon merupakan jenis ikan yang mengandung mineral dan vitamin yang tinggi. Ikan salmon pun bisa menjadi pilihan makanan yang tepat untuk menyembuhkan darah tinggi.

  1. Roti Gandum

Gandum merupakan jenis makanan yang sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. selain baik untuk kesehatan, gandum ternyata juga memiliki khasiat untuk membantu mengatasi masalah hipertensi.

  1. Minyak Zaitun

Ikan Salmon

Minyak zaitun merupakan minyak dengan kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Minyak ini juga memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan jantung. Selain itu, minyak zaitun juga dapat digunakan untuk menjaga tekanan darah dalam tubuh.

Itulah daftar aneka makanan yang bagus untuk menurunkan hipertensi. Jika kita rutin mengonsumsi berbagai jenis makanan tersebut, maka tekanan darah dalam tubuh kita akan terjaga dan kita pun akan terhindar dari tekanan darah tinggi. Dengan demikian, maka kita akan lebih sehat dan tidak mengalami berbagai jenis gangguan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Ayo jaga kesehatan mulai dari sekarang.

Read More »

Cara Mengatasi Diabetes yang Bisa Anda Lakukan Setiap Hari

Untuk link building minimal umur domain 3 minggu gan, karena idealnya situs belum berumur 3 minggu akan kurang natural sudah ada yang link ke situs agan.

Salah satu hal yang sangat mengganggu penampilan seseorang adalah perut buncit. Ya, memiliki perut yang buncit memang sering kali membuat seseorang menjadi kurang percaya diri. Selain dapat mengurangi rasa percaya diri, perut buncit ternyata juga cukup berbahaya bagi kesehatan.

Hal ini disebabkan karena memiliki perut buncit dikhawatirkan akan lebih rentan terkena penyakit diabetes. Lalu, apakah benar orang dengan buncit berisiko kena diabetes? Pertanyaan ini pun banyak dipertanyakan oleh orang-orang yang memiliki perut buncit. Hal ini disebabkan karena mereka tentunya tidak ingin terkena oleh penyakit yang cukup berbahaya tersebut.

Perut yang buncit menunjukkan bahwa adanya lemak dengan jumlah yang berlebihan di dalam perut.

Hal ini sering disebut dengan obesitas sentral. Kondisi yang demikian dapat terjadi karena seseorang memiliki kebiasaan atau pola hidup yang buruk.

Inilah Kebiasaan Buruk Penyebab Diabetes

Beberapa kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan perut menjadi buncit di antaranya adalah mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans secara berlebihan, pola tidur yang kurang baik, tidak banyak bergerak, serta mengonsumsi minuman beralkohol.

1. Alkohol

Mengonsumsi alkohol memang dapat menyebabkan penimbunan lemak karena alkohol sendiri merupakan senyawa yang bisa menekan pembakaran kalori atau lemak di dalam tubuh.

2. Makanan yang Mengandung Lemak Berlebihan

Makanan yang Mengandung Lemak Berlebihan

Jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung lemak atau gula yang tinggi, maka kita juga harus memperhatikan asupan makanan yang mengandung kalori lainnya. Asupan kalori juga harus disesuaikan dengan standar asupan kalori per hari yang baik untuk kesehatan.

3. Kurangnya Aktivitas

Selain itu, kita juga harus melakukan aktivitas atau bergerak dengan seimbang, sehingga kita tidak akan mengalami berat badan berlebih atau bahkan memiliki perut yang buncit.

4. Stress yang Tinggi

stress

Selain disebabkan oleh pola makan, perut buncit juga dapat disebabkan karena seseorang mengalami stres yang tinggi. Saat stres, maka seseorang akan mengalami kualitas pola tidur yang buruk. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, maka hormon kortisol akan meningkat dan memicu terjadinya penyimpanan lemak pada bagian perut.

Sebenarnya, lemak yang menumpuk di dalam perut merupakan lemak visceral yang diisi dengan kelebihan senyawa trigliserida. Hal ini dapat menyebar ke organ tubuh lainnya, seperti jantung, pankreas, hati, dan organ-organ lainnya dan akan terjadi penumpukan secara terus-menerus. Pankreas sendiri merupakan organ yang akan memproduksi hormon insulin.

Jika terjadi penumpukan lemak secara terus-menerus, maka akan terjadi ketidaksimbangan gula darah dalam tubuh. Hormon insulin yang dihasilkan tidak digunakan dengan benar. Sel dalam tubuh pun menjadi tidak menyerap glukosa yang merupakan sumber energi. Akhirnya, glukosa akan terus menumpuk. Hal ini pun akan menyebabkan resistensi insulin dan terjadilah penyakit diabetes.

Video ini akan membantu Anda lebih memahami tentang diabetes.

Oleh karena itu, tidak heran jika orang yang memiliki perut buncit akan lebih rentan terkena penyakit diabetes. Hal ini disebabkan karena adanya lemak yang menumpuk pada tubuh akan menyebabkan terganggunya produksi insulin dan penyerapan diabetes. Jadi, sel-sel lemak yang menumpuk diperut akan menghalangi kerja insulin yang sangat diperlukan dalam menurunkan gula darah dalam tubuh.

LIHAT JUGA: Mengecilkan Perut Buncit Dengan Minuman Detox Fiforlif

Dengan demikian, menjaga berat badan merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya perut buncit, dengan memiliki berat badan yang ideal, maka kita tidak hanya terhindar dari penyakit diabetes saja, melainkan dapat terhindar dari berbagai penyakit lainnya, seperti stroke, tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan penyakit lain yang disebabkan karena berat badan berlebih.

Read More »